Tips Instalasi Air yang Baik untuk Hunian Anda

Posted by System 09/02/2019 0 Comment(s) Tips,

Apakah air keran di rumah Anda memancar kemana-mana (muncrat) saat keran dibuka penuh? Jika jawabannya adalah ya, maka Anda perlu mengecek kembali kondisi instalasi air rumah Anda. Air yang ideal adalah air dengan tekanan yang cukup kuat, ketika kran dibuka airnya cenderung deras tapi tidak muncrat, warnanya pun terlihat lebih keruh. Namun, ketika dilihat dengan seksama, air tersebut sebenarnya jernih. Terlihat pula ada sedikit gelembung-gelembung air, terutama terlihat saat air ditadahkan di atas telapak tangan. 

 

Perencanaan instalasi untuk air bersih hendaknya lebih diperhatikan agar kualitas serta distribusi air bersih untuk keperluan rumah pun dapat berjalan lancar dan efisien. Ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan dalam instalasi air bersih di rumah, diantaranya:

 

1. Pipa

Untuk mendukung ketersediaan sumber air yang layak untuk kebutuhan rumah, masyarakat pada umumnya menggunakan jaringan pipa PAM dan air tanah. Ada beragam pipa yang banyak digunakan, diantaranya adalah pipa PVC dan logam.

 

Pipa PVC banyak dipilih karena dinilai memiliki banyak kelebihan, diantaranya anti korosi, kuat, tahan panas, dan ringan. Namun belakangan ini, pipa PVC dicampur dengan bahan plastik agar lebih lentur. Akan tetapi, terdapat beberapa kasus dimana pipa pecah bahkan sebelum sempat digunakan. Ada pula yang memilih menggunakan pipa logam. Pipa ini memang tidak mudah pecah, tapi lebih berat dan rentan korosi. 

 

Ada jenis pipa lain yang dikenal dengan istilah pipa PEX. Pipa PEX ini memiliki ketahanan panas yang lebih tinggi daripada berbagai jenis pipa lainnya, oleh karena itu jenis pipa PEX ini sering digunakan untuk menyalurkan air panas dan dingin. Beberapa keunggulan lain dari pipa PEX ini diantaranya anti lumut, anti korosi, anti pecah, lebih lentur, bahkan beberapa merek diantaranya mampu menghandle tekanan air hingga 10 bar. 

Ada 2 jenis instalasi pipa air:

  • Sistem tertutup, dimana seluruh ujung pipa tersambung tanpa memutus atau sering disebut sambungan melingkar. Sistem ini memiliki kelebihan, yakni tekanan air lebih kuat dan ketika beberapa kran air dibuka bersamaan, masing-masing kran akan mendapat debit air yang sama.
  • Sistem terbuka, dimana sistem ini dikenal dengan biaya instalasinya yang murah. Namun, penggunaaan sistem ini menyebabkan debit air tidak sama antara kran satu dengan lainnya. Selain itu, jika terjadi kerusakan pada salah satu titik saja, maka akan membuat sebagian jalur distribusi air mati total.

2. Pompa

Sebelum bicara mengenai kualitas pompa yang akan digunakan, Anda perlu mengecek kebutuhan spesifikasi pipa di rumah. Misalnya saja menyesuaikan jenis pompa dengan mengukur terlebih dulu kedalaman permukaan air dari permukaan tanah di mana pompa akan dipasang.

 

Jika kedalaman permukaan air < 7 meter, pilih pompa sumur dangkal. Untuk kedalaman 7 – 9 m sebaiknya memakai pompa sumur dangkal tipe semi jet pump. Bila kedalaman permukaan sumber air Anda > 9 meter, maka sebaiknya menggunakan pompa air berjenis jet pump.

 

Bila rumah Anda menggunakan tandon, maka Anda memerlukan pompa air tambahanuntuk mendistribusikan air ke seluruh rumah. Pompa air untuk keperluan ini harus memiliki tekanan yang cukup agar air dapat mengalir dengan maksimal.

 

3. Filter Air

Banyak yang mengira bahwa distribusi air di rumah cukup memperhatikan dua hal di atas saja. Padahal, Anda masih memerlukan filter air karena seringkali air yang kita terima tampak jernih, tapi sebenarnya air tersebut masih membawa sisa-sisa logam berat yang tak terlihat. Air yang kurang bersih dapat membuat pipa berkerak, berkarat, dan akhirnya mengganggu aliran air dalam rumah, bayangkan bila air tersebut digunakan oleh anda dan keluarga.

 

Ada baiknya kini Anda mulai mengecek instalasi air bersih di rumah Anda. Bila Anda membutuhkan pipa, kran, pompa, ataupun filter air, Anda dapat mengunjungi Pantes Gallery untuk memlilih langsung perlengkapan tersebut.